Minggu, 18 Desember 2016

Hot News Ternyata Spaghetti Bukan Hanya Lezat ,Tapi Ada Efek Positif Bagi Kesehatan TubuhBerita Aktual

Makanan Italia memang tak akan ada habisnya untuk dibicarakan. Selain lezat, penikmatnya pun datang dari berbagai kalangan dan lapisan usia. Mulai dari yang masih anak-anak hingga lanjut usia. Moms juga tak perlu repot-repot mengunjungi restoran yang menjual makanan Italia, karena sekarang ada banyak resep yang bisa Moms praktikan di rumah. Mulai dari spageti, pasta, lasagna, hingga makanan manisnya yang digilai banyak orang, tiramisu.
Ternyata Spaghetti Bukan Hanya Lezat ,Tapi Ada Efek Positif Bagi Kesehatan Tubuh

Selain itu, beberapa santapan khas Italia dapat membantu pertumbuhan si Kecil. Salah satunya adalah spaghetti al tonno atau spageti tuna klasik yang mampu memenuhi kebutuhan karbohidrat dan seratnya. Paduan spageti dan tunanya pun sanggup menciptakan kelezatan sempurna, sehingga dapat menarik si Kecil untuk menyantapnya sampai habis. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat satu porsi spaghetti al tonno juga mudah didapatkan di supermarket.
Di bawah ini ada resep spaghetti al tonno yang dapat Moms praktikan di rumah. Jangan lupa ajak si Kecil untuk turut membantu, ya!
Bahan-bahan Membuat Spaghetti Al Tonno
  • Minyak zaitun, 100 mililiter;
  • Bawang putih, 5 siung (cincang halus);
  • Spageti, 200 gram;
  • Tuna, satu kaleng (ambil dagingnya);
  • Peterseli, satu sendok teh (cincang halus);
  • Oregano, setengah sendok makan;
  • Garam secukupnya;
  • Merica secukupnya.
Langkah-langkah Membuat Spaghetti Al Tonno
  1. Langkah awal, rebus terlebih dahulu spageti sampai al dente, lalu angkat dan tiriskan. Moms juga bisa mengikuti petunjuk yang terdapat pada kemasan untuk mendapatkan spageti yang matang sempurna;
  2. Setelah itu, siapkan wajan. Panaskan dengan minyak zaitun, lalu tuangkan bawang putih dan tumis sampai warnanya menjadi agak kuning. Kemudian angkat tumisan bawang putih tadi, lalu saring minyaknya;
  3. Masukkan spageti ke dalam wajan yang sudah dipanaskan dengan minyak. Kemudian aduk sampai semuanya rata;
  4. Selanjutnya, masukkan irisan peterseli, tuna, keju parut, oregano, merica, dan garam. Setelah itu, aduk semua bahan sampai merata dengan sempurna;
  5. Begitu sudah matang, siapkan piring. Tuangkan ke atas dan hidangkan.
Spaghetti Al Tonno dapat Moms variasikan dengan beberapa bahan tambahan. Misalnya, kalau si Kecil doyan makanan pedas, maka Moms dapat memasukkan cabai sebagai perasanya. Namun, pastikan jumlahnya tidak berlebihan, karena akan menutupi cita rasa bahan-bahan lain. Selain itu, kalau Moms mengajaknya dalam proses memasak, awasi dia agar terhindar dari api dan benda tajam di dapur.

Sumber: http://www.merries.co.id/

Hot News Merinding..! Perempuan Ini Jadi Perbincangan Di Sosial Media, Karna Masih Lajang...Apa AlasannyaBerita Aktual

Merinding..! Perempuan Ini Jadi Perbincangan Di Sosial Media, Karna Masih Lajang...Apa Alasannya

Tahukah anda, bahwa para perempuan akan memulai masa yang sulit ketika berusia 23 tahun dan setelahnya sampai ia menjalani ritual sakral sebuah pernikahan. Saat itu mulailah datang satu persatu undangan pernikahan dari teman sejawat bahkan junior semasa sekolah dan pertanyaan kapan menikah ikutan berbondong datang. Biasanya yang akan memulai pertanyaan ialah sang Ibu. Meski tidak ditanyakan langsung tapi lewat sindiran sudah disampaikan misalnya, �Itu tetangga kita si A akan menikah bulan depan, calonnya mapan.� Secara tidak langsung si Ibu bertanya pada anaknya kapan memiliki pasangan yang mapan lalu segera menikah.

Terkungkung Perspektif Masyarakat


Perspektif yang dimiliki masyarakat umumnya jika seorang perempuan sudah melewati  usia 23 tahun maka sudah wajar untuk menikah atau paling tidak sudah menjalani hubungan yang mengarah kepada pernikahan. Menurut mereka, usia ini sudah matang untuk bisa berumah tangga. Di pedesaan usia 23 tahun malah mulai dikategorikan sudah menjelang rentan karena pendidikan banyak yang hanya selesai sampai sekolah menengah atas. Jika usia sudah melewati 25 tahun maka para ibu bahkan keluarga yang bukan intipun sibuk bertanya-tanya dan malah menyodorkan calon-calonnya.
Merinding..! Perempuan Ini Jadi Perbincangan Di Sosial Media, Karna Masih Lajang...Apa Alasannya

Usia Bukan Jaminan


Usia menjadi ukuran untuk seseorang layak menikah atau tidak. Padahal bukan usia yang menjadi jaminan dari sebuah pernikahan tapi kesiapan lahir dan batin untuk memulai kehidupan baru. Nafkah lahir ialah kewajiban pasangan untuk saling menghidupi, misalnya berkontribusi dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga. Adapun nafkah batin adalah cara pasangan suami-istri memperlakukan satu sama lain. Kata para ibu-ibu lambat menikah nanti susah punya anak. Pernyataan itu selanjutnya diikuti dengan menikah muda itu enak, anak besar kita masih muda. Lagi-lagi yang diperhitungkan ialah usia.

Kehilangan Esensi


Pertanyaan kapan menikah di abad 21 sekarang ini juga didukung dengan sebuah budaya popularitas. Pernikahan menjadi sesuatu yang dibesar-besarkan mulai dari acara hantaran, pertunangan, prawedding, hingga wedding yang diunggah sana-sini, dirayakan gembar-gembor. Hingga hakikat sebenarnya dari sebuah pernikahan itu tidak benar dipahami.

Kebebasan Memilih

Padahal, sebuah hasil riset terbaru tim peneliti dari Pittsburgh School of Medicine, seseorang belum menjadi dewasa sampai menginjak usia 25 tahun. Diusia 20-25 tahun seseorang masih berada pada masa remaja akhir yang masih memiliki sikap senang dengan kehura-huraan masing-masing, secara umum memiliki ego yang masih belum terkendali dengan baik. Maka tidak perlu untuk buru-buru menikah. Jangan berpikir bahwa seorang perempuan yang belum menikah diusia itu karena mereka tidak menginginkannya tapi justru mereka yang memilih menikah di atas usia 25 tahun mengerti dan memahami bagaimana besarnya tanggung jawab yang harus dibina dalam sebuah pernikahan nantinya.


Bagi kamu yang belum juga menikah, tenang saja. Persiapkan saja dirimu sebaik-baiknya ya Bela. Karena perempuan juga memiliki kebebasan untuk memilih kapan ia memutuskan untuk menikah tanpa harus ditekankan oleh usia, berikanlah kemerdekaan atas diri para perempuan.
Sumber: www.imdb.com

Hot News Wkwkwkwk Merinding.. Bukan Bom Pak! Itu Alat Kesehatan Payudara, ujar Tetangga Terduga TerorisBerita Aktual

Wkwkwkwk Merinding.. Bukan Bom Pak! Itu Alat Kesehatan Payudara, ujar Tetangga Terduga Teroris

Penggerebekan terduga teroris di Kampung Padasuka, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat Kamis  lalu mengagetkan masyarakat sekitar.
Sebab, tiga penghuni kontrakan di kampung tersebut, TS (37), HG (36), dan AA (11) dikenal keluarga ramah.
Pemilik kontarakan, Eka Kartika mengatakan, dalam penggeledahan kemarin, aparat sempat menemukan adanya rompi berkabel. Namun Eka mengatakan rompi itu bukan bom melainkan alat terapi.
�Ibu ya sebagai pemilik kontrakan melihat Tutin Sugianti itu sosok yang baik, kalau keluar rumah pasti pamitan ke saya sekedar nitipkan anaknya. Kalau kemarin ada rompi itu rompi untuk terapi payudara, saya juga pernah diterapi pake alat itu,� papar Eka Kartika, Jumat 
Eka menambahkan, Suami TS (37) yakni HG (36) dan anaknya AA (11) mengaku lebih memilih pergi ke rumah saudaranya karena hawatir terganggu secara psikologis.
�Kalau pak Hendra sama anaknya dari kemarin juga tiinggal dirumah saudaranya, karena khawatir keganggu secara psikologis,� tambah Eka.
Sementara itu, suasana kampung Padasuka Kelurahan Sukamaju Kaler Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya sempat sepi paska penangkapan, kini mulai ramai dengan aktivitas warga.
�Kemarin mah sepi tidak ada aktivitas, sekarang mulai ramai lagi,� pungkas Eka. (muslimina
Sumber: http://up-islam.com/

Hot News Para Wanita Tentunya Tak Sudi Dengan Poligami, Begini Komentar Laudya Cynthia BellaBerita Aktual


Membicarakan soal poligami, memang tak lepas dari kehidupan umat Islam. Seperti yang kamu tahu, dalam kitab suci mereka yakni Al-Quran disebutkan mengenai kehidupan pernikahan dengan istri lebih dari satu. 

Hanya saja memang dalam perkembangannya, poligami kerap kali mengundang kontroversi terutama dalam peradaban manusia modern. Namun aktris cantik Laudya Cynthia Bella punya pendapat sendiri soal poligami lho.

�Poligami itu sebetulnya sesuatu hal yang sudah ditentukan oleh agama Islam, ditntukan di Al-Quran. Apapun yang ada di Al-Quran harus diamalkan dengan baik. Hanya saja balik kepada kita untuk menyikapinya. 

Cuma sebagai umat Islam, aku setuju dengan poligami. Aku setuju dengan apa yang ada di Al-Quran,� cerita Bella.Mulai memilih berhijab sejak Januari 2015, Bella memang semakin terlihat religius dalam kehidupan sehari-hari maupun karier. 

Dalam dua film SURGA YANG TAK DIRINDUKAN, Bella berperan sebagai Arini, seorang istri yang harus menerima kenyataan sang suami memilih berpoligami.



Sumber : merdeka.com


Hot News Menyedihkan...!Timnas Kalah, Ini kata Wapres KallaBerita Aktual

Menyedihkan...!Timnas Kalah, Ini kata Wapres Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan perasaannya usai menyaksikan kekalahan Tim Nasional Indonesia dari Thailand dalam final Final Piala AFF, di rumah dinas, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/12/2016).
"Ya sayang sekali ya, sedih, merasa kecewa dengan hasilnya tapi saya menghargai semangatnya," ujar Kalla.
Kalla sempat menggebrak meja setelah wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
(Baca: Djarot Nobar Final AFF Bersama Warga Rusun Marunda)
Timnas Indonesia akhirnya harus mengakui keunggulan tim Thailand dengan skor 2-0.
Meski kecewa, Kalla mengapresiasi semangat timnas pada babak kedua yang tidak berkurang meski tertinggal 1-0.
"Kinerja Timnas cukup bagus semangat tinggi justru babak kedua bagus sekali. Cuma ya penampilan Thailand lebih bagus. Saya dengar persiapannya enam tahun," katanya.
Sempat Optimistis
Kalla sempat optimistis saat babak pertama berakhir. Dia yakin Indonesia bisa mengembalikan keadaan.
(Baca: Agus: Semoga Timnas Menjadi Nomor Satu)
"Ya gol Thailand tidak terlalu cantik. Tadi saya lihat saat perjalanan ke sini (rumah dinas)," ujar Kalla. Kalla memang sedikit telat menuju rumah dinasnya. 
Tampak dalam acara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin dan mantan Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino. Kalla menonton bersama anak, cucu serta kerabatnya. 
Timnas Indonesia kalah 0-2 dari Thailand dalam Final Piala AFF Suzuki di Stadion Rajamangala, Bangkok. Dengan hasil itu Indonesia harus puas kembali menjadi runner up di kejuaraan sepak bola negara-negara Asia Tenggara itu.
Pada pertandingan pertama di Stadion Pakansari Bogor, Indonesia menang 2-1. 

Sumber: http://nasional.kompas.com/

Jumat, 16 Desember 2016

Hot News Mampukah Indonesi Mempertahankan Kemenangan Leg Pertama Dan Membawa Piala AFF Suzuki Cup 2016Berita Aktual

Timnas Indonesia hanya membutuhkan hasil imbang dalam laga final leg kedua Piala AFF di kandang Thailand, Sabtu (14/12). Apa bisa?

Kemenangan 2-1 yang diraih pada laga leg pertama di Stadion Pakansari, Rabu (14/12) berkat gol Rizky Pora dan Hansamu Yama di babak kedua, tentu menguntungkan bagi Tim Merah Putih. Karena mereka cukup hanya mengejar hasil imbang untuk memastikan diri menjadi juara Piala AFF pertama kalinya.
Mampukah Indonesi Mempertahankan Kemenangan Leg Pertama Dan Membawa Piala AFF Suzuki Cup 2016

Jika hasil imbang, apalagi menang, bisa direngkuh Boaz Solossa dan kawan-kawan dalam pertandingan di Stadion Rajamangala, Sabtu besok (17/12), maka Timnas akan mengukir sejarah untuk pertama kalinya mengangkat trofi Piala AFF, setelah empat kali sebelumnya harus puas sebagai runner-up.
Namun memburu hasil imbang di kandang Thailand dipastikan tidak akan mudah. Sebab Thailand bermain di hadapan suporter mereka sendiri. Itu sebabnya manajer Timnas Indonesia, Iwan Budianto, menyampaikan bahwa perjuangan Tim Garuda belum berakhir.
Iwan Budianto yang juga CEO Arema Cronus meminta dukungan doa seluruh masyarakat Indonesia agar trofi AFF Cup tahun ini menjadi milik Indonesia. �Kami semua harus tetap focus, semua kemungkinan masih bisa terjadi, main bola tidak bisa berandai-andai. Paling tidak doakan kami, kami akan bermain dan berjuang habis-habisan,� ungka Iwan Budianto, yang juga menjabat Wakil Ketua Umum PSSI ini.
Timnas Indonesia sudah tiba Thailand, Kamis (15/12) petang waktu setempat. Setiba di hotel tempat menginap, Hotel Grand Four Wings, skuad asuhan Alfred Riedl langsung menggelar latihan ringan dan relaksasi sebelum makan malam untuk mengatasi kelelahan yang dipimpin asisten pelatih Wolfgang Pikal.
Meski berlangsung singkat, yaitu hanya selama 15 menit, latihan yang dipimpin langsung oleh Wolfgang Pikal ini bertujuan untuk proses recovery (pemulihan). Direncanakan, Jumat sore ini Timnas Indonesia akan mencoba lapangan pertandingan dan melakukan evaluasi dengan menonton rekaman video calon lawan.Mari kita doaka semoga tim indonesia di beri kemenangan yang akan mengharumkan nama bangsa .
Sumber: http://gilabola.com/

Hot News Ketua Baznas Menggertak: Kalau Infaq Dikatakan Pungli, Langkahi MayatkuBerita Aktual

Satu lagi kontroversi muncul di negeri ini. Dalam rilisnya baru-baru ini, Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) memasukkan infaq sebagai pungli.

Satu lagi kontroversi muncul di negeri ini. Dalam rilisnya baru-baru ini, Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) memasukkan infaq sebagai pungli. Hal itu memicu protes dari banyak umat Islam termasuk Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Bahkan Ketua Baznas menyatakan siap mati demi membela aktifitas keagamaan umat Islam tersebut.

�Kalau infaq masih dikategorikan pungli, maka langkahi mayatku,� kata Bambang di Hotel Lumire, Senin (28/11/2016), seperti dikutip Republika.
Bambang menjelaskan, infaq sesuai konteks Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) sudah memiliki dasar hukum yang jelas di Indonesia. Bambang menekankan, infaq merupakan bagian dari aktivitas keagamaan yang dilindungi konstitusi. Pengkategorian infaq sebagai pungli tentu akan bertentangan dengan konstitusi.

Lebih jauh Bambang menambahkan, ZIS merupakan aktivitas yang bersifat kerelaan, sehingga jelas tidak bisa dikategorikan pungli. Ia menilai, infaq baru mungkin dianggap sebagai pungli, apabila terjadi suatu paksaan dari penghimpunannya. 

"Zakat saja yang diwajibkan UU tidak memaksa, apalagi infaq, baru bisa masuk pungli kalau dipaksakan," tandasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kasubdit Pengawasan Lembaga Zakat Kementerian Agama, Fuad Nasar, juga menolak pengkategorian infaq sebagai salah satu bentuk pungli. 

�Infaq bukan pungli, dan pungli bukan infaq," tegasnya.

Sumber: Ibnu K/Tarbiyah.net