Kamis, 02 Februari 2017

Hot News Inilah Kritikan Pedas Prabowo Pada Pemerintah : Justru Pemerintahlah Pelaku Makar Sebenarnya , Karena Mengimpor Pekerja Asal China & Biarkan Pengibaran Bendera China di SulawesiBerita Aktual

Inilah Kritikan Pedas Prabowo Pada Pemerintah : Justru Pemerintahlah Pelaku Makar Sebenarnya , Karena Mengimpor Pekerja Asal China & Biarkan Pengibaran Bendera China di Sulawesi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ?yang mau menemui langsung jutaan umat Islam dan saalat Jumat bersama di Silang Monas kemarin.
Namun begitu, kata Ferry, Prabowo juga meminta Jokowi agar para aktivis dan tokoh yang ditangkap polisi terkait dugaan makar ?untuk dibebaskan seluruhnya.

?"Dan tetapi kemudian Pak Probowo juga minta bahwa temen-temen yang diperiksa, (lalu) ditahan kemarin itu cepet dibebaskan," ujar Ferry saat ditemui Sindonews, usai diskusi Polemik SindoTrijaya yang diadakan di kawasan Cikini, Jakarta.

Ferry menilai, langkah Jokowi menemui umat Islam di aksi Bela Islam III telah memperbaiki hubungan Jokowi dengan rakyatnya yang sempat memburuk, meski? hal itu idealnya dilakukan Jokowi pada aksi 4 November 2016 lalu.

Sayangnya, kata Ferry, langkah Jokowi itu ternodai dengan tindakan aparat kepolisian yang menangkap sejumlah tokoh dan aktivis beberapa jam sebelum aksi Bela Islam III dilaksanakan. "Pada kesempatan ini saya minta kepada kepolisian untuk membebaskan semua termasuk Sri Bintang Pamungkas," tegasnya.

Menurut dia, tudingan makar yang telah disangkakan kepada para tokoh dan aktivis membahayakan perkembangan demokrasi di Indonesia. Maka itu, dia berharap Jokowi memerintahkan kepada anak buahnya untuk membebaskan mereka.

Ferry menambahkan, pemerintah Jokowi tidak perlu mengkhawatirkan kalau aktivis dan tokoh yang ditangkap kemarin? akan berbuat makar. Sebab menurutnya, aksi makar justru dilakukan negara dengan 'mengimpor' buruh asal China, membiarkan pengibaran bendera negara Tiongkok di Sulawesi, serta serbuan proyek Turki di sejumlah daerah.

?"(Langkah pemerintah) itu menurut saya berbahaya, itu (tindakan) makar juga menurut saya. Dan kalau presiden masih bela ini dan itu ya, makar juga itu presidennya," tegasnya. 

Rabu, 01 Februari 2017

Hot News hEBOH..! Bertebaran Spanduk FPI Dukung Agus-Silvy yang Bermunculan di Kawasan SenopatiBerita Aktual

 
hEBOH..! Bertebaran Spanduk FPI Dukung Agus-Silvy yang Bermunculan di Kawasan Senopati

Warga Senopati, Jakarta Selatan, sempat dikejutkan oleh kehadiran sebuah spanduk yang terpampang di tepi jalan raya Gunawarman, tepatnya sebelum belokan ke arah Senopati, Rabu (1/2/2017).

Pasalnya di spanduk berlatar belakang putih tersebut, terdapat tulisan �Cinta FPI? Dukung Agus-Sylvi�. Tulisan tersebut juga diapit oleh dua logo FPI.

?Menurut salah satu warga bernama Sodik (35), spanduk itu sudah terpasang sejak pagi tadi. Dia kaget, lantaran pada Selasa (31/1/2017) kemarin sama sekali tak terlihat.

�Nggak tahu juga. Tahu-tahu muncul sendiri. Nggak jelas siapa yang masang,� katanya ketika ditemui Kriminalitas.com di lokasi.

Sodik menduga spanduk itu dipasang orang yang merupakan pendukung atau anggota ormas itu. �Saya nggak mau nuduh. Tapi ini kayak stempel kampanye gitu,� tutup pria yang juga bekerja sebagai satpam di salah satu butik yang berada di kawasan tersebut.


Hingga pukul 10.30, spanduk itu belum juga dicopot.


sumber: http://www.islamsehat.ml/

Hot News Inilah Sindiran Keras Anak Zainuddin MZ ke Djarot: "Asal Jeplak" Share/Bagikan Yaa....Berita Aktual

Dia melanjutkan sindirannya sambil bercanda. Bagaimana kalau yang harganya naik adalah harga telur.

Inilah Sindiran Keras Anak Zainuddin MZ ke Djarot: "Asal Jeplak" Share/Bagikan Yaa....

Putra pertama almarhum Zainuddin MZ, Fikri Haikal MZ, menjadi penceramah dalam acara Maulid Nabi yang diselenggarakan warga Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Barat, Senin (30/1/2017).
Dalam acara yang dihadiri oleh calon gubernur Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan, Fikri menyindir penyataan calon wakil gubernur nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat. Pernyataan yang dimaksud Fikri adalah nasihat kepada warga di tengah melonjaknya harga cabe dengan menanam cabai sendiri di pekarangan rumah.
"Baru-baru ini harga cabai bikin ramai, harganya sampai ratusan ribu. Rp120 ribu. Tiba-tiba ada pejabat asal jeplak. Kalau emang harga cabai mahal, rakyat disuruh nanam cabai sendiri. Ini asal jeplak," kata Fikri.
Dia melanjutkan sindirannya sambil bercanda. Bagaimana kalau yang harganya naik adalah harga telur.
"Iya kalau cuma cabai yang mahal, kalau telur juga mahal, apa iya warga juga suruh nelur sendiri?" ujar Fikri.
Fikri kemudian menyindir kebijakan relokasi warga dari daerah pemukiman padat ke rumah susun sewa sederhana.
"Sebelum terpilih janjinya manis. Madu kalah. Katanya tidak mau menggusur. Begitu terpilih, warga digeser-geser," kata Fikri.

Hot News Jakarta Gempar..! Tak Terima Sikap Ahok Ke Ma'ruf Amin, Ansor Dan Banser Siaga SatuBerita Aktual


Jakarta Gempar..! Tak Terima Sikap Ahok Ke Ma'ruf Amin, Ansor Dan Banser Siaga Satu


Gerakan Pemuda Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama akan membela Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam NU Ma'ruf Amin jika dipolisikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena dianggap tidak jujur dalam memberikan keterangan di persidangan perkara dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

"GP Ansor tidak akan tinggal diam dan dengan ini menyatakan siap mendampingi dan membela Kyai Ma�ruf Amin, sebagai pimpinan tertinggi kami, secara lahir dan batin dalam koridor hukum, dan menyerukan kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk siaga satu komando," kata Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Caumas kepada Suara.com, Rabu (1/2/2017).

?Yakut menyayangkan sikap Ahok dan pengacara yang menolak keterangan Ma�ruf sebagai saksi. Yakut menganggap dalam persidangan, Ma'ruf justru ditempatkan seolah-olah sebagai terdakwa.
"Bahkan cecaran-cecaran pertanyaan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada Kyai Ma�ruf Amin lebih merupakan sikap yang mempertontonkan Argumentum Ad Hominem atau menyerang pribadi Kyai Ma�ruf daripada mematahkan argumen yang terkait keahlian beliau," kata dia.
?
Menurut Yakut keterangan Ma�ruf Amin sudah sesuai dengan kompetensi yaitu ahli agama Islam, baik sebagai fuqaha, Rais Aam, maupun sebagai ketua umum MUI.
Pagi ini, anggota tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika, Humphrey R. Djemat, mengklarifikasi berbagai pemberitaan di media massa yang menyebut Ahok ingin melakukan melaporkan Ma'ruf ke polisi.
"Statement Pak Ahok yang mengatakan "... 

kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap..." itu ditujukan kepada saksi-saksi pelapor pada persidangan yang lalu, dan bukan kepada Bapak Ma'ruf Amin. Pak Ma'ruf Amin kan bukan saksi pelapor, sedangkan yang kami laporkan balik (Habib Muchsin dan Habib Novel) itu diduga mengeluarkan keterangan tidak benar di bawah sumpah," kata Humphrey, salah satu anggota pengacara Ahok, melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com.

"Jadi tak mungkin kami mau melaporkan Pak Ma'ruf Amin yang menjadi saksi karena menjelaskan soal pendapat dan sikap keagamaan MUI. Komentar Pak Ahok tersebut adalah komentar yang bersifat umum saja, dan tentu saja persoalan pelaporan saksi-saksi pelapor yang lalu telah diserahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukum beserta tim investigasinya," Humphrey menambahkan.

Humphrey menyayangkan gencarnya pemberitaan yang menyesatkan bahwa seolah-olah Ahok akan melaporkan Ma'ruf Amin ke polisi.
"Apalagi ada oknum yang menuding bahwa pernyataan Pak Ahok dianggap melecehkan integritas PBNU dan kaum nahdliyin," kata dia.

"Kami sebagai penasihat hukum yang sudah diberikan kuasa oleh Pak Ahok untuk membela beliau dalam perkara yang sarat politik pilkada ini selalu bekerja dengan profesional sesuai dengan kode etik dan didukung informasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang memancing di air keruh memanfaatkan ucapan Pak Ahok," Humphrey menambahkan.


sumber: https://babe.news

Hot News Merinding..!! Dengar Ungkapan Habib Rizieq: Saya Dituduh Makar, Serobot Tanah, Sodomi Laskar FPI, Penistaan Pancasila, Selingkuh dengan Firza, Besok Fitnah Apalagi?Berita Aktual

Merinding..!! Dengar Ungkapan Habib Rizieq: Saya Dituduh Makar, Serobot Tanah, Sodomi Laskar FPI, Penistaan Pancasila, Selingkuh dengan Firza, Besok Fitnah Apalagi?

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab blakblakan tentang video dan screenshot percakapan via WhatsApp yang membawa namanya dan Firza Huesin. Menurut Rizieq, video yang beredar secara viral itu hanya salah satu bentuk fitnah untuk menjatuhkannya.

"Tentang beredarnya ada rekaman yang mengatasnamakan Firza Husein, saya katakan itu semua adalah fitnah," kata Rizieq di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (1/2).

Rizieq menegaskan, Firza sudah membantah rekaman telepon, video, screenshot perbincangan jorok dan foto telanjang yang telah viral itu. Firza, kata Rizieq, justru tak tahu-menahu soal video dan foto-foto seronok yang juga beredar melalui pesan WhatsApp itu.

"Beliau (Firza, red) tidak bertanggung jawab dan tidak tahu menahu. Bahkan beliau marah dan akan melakukan penuntutan terhadap yang melakukan rekayasa tersebut," terang Rizieq.

Lebih lanjut Rizieq mengaku tidak ambil pusing dengan isu skandal itu. Dia menyakini selama membela umat, maka pasti selalu ada pihak yang ingin menjatuhkannya. "Adapun soal fitnah semacam ini, saya ini sudah kenyang," tegasnya.

Rizieq mengaku pernah dihantam berbagai macam fitnah. Antara lain isu pentolan FPI itu punya enam istri, menyodomi laskar, hingga selingkuh dan menerima sogokan Rp 100 miliar.

“Difitnah serobot tanah negara, difitnah menghina Pancasila, difitnah anti-Bhinneka Tunggal Ika, Zina. Jadi sudah segudang fitnah yang ada, besok fitnah apalagi?" tegasnya.

Karenanya Rizieq memilih pasrah dalam menghadapi fitnah. "Cukup hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wa ni'man nashir (cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung, red)," ucapnya.



sumber: http://www.post-metro.co/

Hot News JAKARTA SEMAKIN PANAS: Demokrat"SBY Tantang Ahok Buktikan Tudingan SBY UTK KELUARKAN FATWA MUIBerita Aktual

Partai Demokrat membantah tudingan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berserta tim pengacara bahwa sikap keagamaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal penistaan agama adalah order dari Ketua Umum Partai Dermokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

JAKARTA SEMAKIN PANAS: Demokrat"SBY Tantang Ahok Buktikan Tudingan SBY UTK KELUARKAN FATWA MUI


Wasekjen DPP Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin bahkan menantang Ahok dan kuasa hukumnya untuk membuktikan dasar tudingan itu.


"Oleh karenanya silakan tunjukkan fakta dan bukti konkret yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum sehubungan tudingan tersebut," tantangnya kepada wartawan, Rabu (1/2). 


Jika apa yang ditudingkan Ahok hanya fitnah belaka, maka akan ada konsekuensi hukum yang harus ditempuh.


Lebih lanjut, Didi menyayangkan ucapan-ucapan kasar Ahok dengan mengancam dan menekan Maruf Amin di persidangan. Padahal itu hanya didasari tuduhan sepihak yang subyektif.  


"Jelas ini adalah sikap yang arogan, kasar, dan kurang patut terhadap orang tua dan tokoh ulama panutan bagi NU dan Umat Islam. 

 Kami sampaikan kepada saudara Ahok, jangan karena berada dalam kekuasaan saudara Ahok lalu bisa seenaknya main tuduh dan fitnah sekenanya terhadap pihak lain," pungkasnya. (rmol)


sumber: http://www.post-metro.co/


Hot News WARGA NU SEJABOTABEK TARIK DIRI UNTUK PILIH AHOK,KARNA PIHAK AHOK SUDAH MERENDAHKAN KH Ma�ruf Amin,KATA" Mahfud MD: Saya Emosi, Warga NU Marah!Berita Aktual


WARGA NU SEJABOTABEK TARIK DIRI UNTUK PILIH AHOK,KARNA PIHAK AHOK SUDAH MERENDAHKAN  KH Ma�ruf Amin,KATA" Mahfud MD: Saya Emosi, Warga NU Marah!

Ketua Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum PB NU, Moh Mahfud MD menegaskan pernyataan Ahok kepada KH Ma�ruf Amin dalam sidang penistaan Surat Al Maidah 51 sangat tidak beradab dan di luar koridor hukum. Untuk itu, wajar sekali bila sekarang warga nahdliyin merasa terpantik emosinya atau marah terhadap sikap yang merendahkan posisi KH Ma�ruf Amin itu.
�Saya pribadi selama ini diam saja. Tapi atas kejadian Ahok di sidang pengadilan yang seperti itu maka saya pun kini emosi. Dan wajar bila para kader dan warga NU seperti dari Ansor dan PMII marah atas sikap itu. Saya kira tindakan Ahok itu tidak beradab. KH Maruf adalah sosok ulama yang sangat dihormati warga NU. Dan di organisasi jamiah NU (PB NU) dia menempati posisi yang sangat tinggi. Semua warga NU hormat dan mencintai beliau,� kata Mahfud yang juga Guru Besar FH UII Yogyakarta, kepada Republika.co.id, Raby (1/2).
Menurut Mahfud, apa yang dipertontonkan oleh Ahok dan penasihat hukumnya di sidang tersebut juga keluar dari substansi.

Tapi atas kejadian Ahok di sidang pengadilan yang seperti itu maka saya pun kini emosi. Dan wajar bila para kader dan warga NU seperti dari Ansor dan PMII marah atas sikap itu. Saya kira tindakan Ahok itu tidak beradab.

Bahkan, beberapa pernyataan yang terlontar di sidang itu menjadi �blunder� hukum yang punya konsekuensi hukum yang serius. Hal ini misalnya adanya pengakuan Ahok bahwa bila dia tahu ada  percakapan melalui telepon antara KH Ma�ruf Amin dan Susilo Bambang Yudhoyo (SBY),
�Ahok dan timnya misalnya boleh bicara dapat data antara KH Ma�ruf dan SBY. Sebelum ngomong substansi isi pembicaraan, saya pertanyakan di mana data itu didapat. Ingat bila data itu tentang percakapan telepon itu tidak bisa didapat dari sembarang orang karena harus dari lembaga penegak hukum. Sebab, kalau begitu data percakapan itu hasil �pencurian� dan ini jelas-jelas perbuatan melanggar hukum,� tegasnya.
Selain itu, tudingan bahwa percakapan di telepon itu menandakan bahwa KH Ma�ruf menjadi pendukung calon gubernur tertentu, juga punya persoalan hukum. Sebab, siapa pun orangnya �termasuk KH Ma�ruf Amin� bebas bertemu dengan siapa pun. Dan kebebasan ini dijamin dalam hukum dan konstitusi negara.

saya pertanyakan di mana data itu didapat. Ingat bila data itu tentang percakapan telepon itu tidak bisa didapat dari sembarang orang karena harus dari lembaga penegak hukum.

�Memang ada pelanggaran hukum bila KH Ma�ruf menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) masa SBY. Kenapa tidak dipersoalkan juga jabatan KH Ma�ruf yang lain, misalnya sempat menjadi pendiri PKB, ketua Syuriah PBNU, atau hingga punya pesantren. Jadi maksudnya apa dengan penghinaan terhadap sosok ulama terkemuka tersebut?,� ujar Mahfud.
Dalam soal persidangan, lanjut Mahfud, sebenarnya Ahok dan penasihat hukumnya bisa bertindak lebih beradab. Ini misalnya, bila dia merasa keberatan dengan kesaksian KH Ma�ruf Amin, maka kemukakan saja nanti ketika melakukan nota pembelaan.
�Jadi bukan malah menyerang pada sisi soal di luar kesaksian dan hukum. Saya tidak paham apa maksudnya karena malah menyerang beliau dari sisi pribadi. Di sinilah saya merasa wajar bila warga Nahdliyin marah dengan sikap Ahok dan penasihatnya itu,� tegas Mahfud MD.
Sebelumnya, dalam sidang kasus penistaan agama yang digelar di Aula Gedung Kementan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan memproses secara hukum Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma�ruf Amin. Hal tersebut karena ia menilai KH Ma�ruf Amin telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan.

Di sinilah saya merasa wajar bila warga Nahdliyin marah dengan sikap Ahok dan penasihatnya itu

Ahok menjelaskan KH Ma�ruf Amin telah berbohong dengan mengatakan tidak pernah menerima telepon dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, Ahok menegaskan pihaknya mempunyai bukti jika Ketum MUI menerima telepon dari SBY pada tanggal 6 Oktober 2017, atau sehari sebelum KH Ma�ruf Amin menerima kunjungan pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016.
�Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi saya berterima kasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi, untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti,� tegas Ahok dalam sidang itu.
Ahok menilai, KH Ma�ruf Amin tidak pantas menjadi saksi dalam kasus yang menjeratnya karena sudah tidak objektif. Ahok pun menuding jika Ketum MUI itu sudah jelas mengarah mendukung pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi.
�Saya juga keberatan saksi membantah tanggal 7 Oktober 2016 bertemu pasangan calon nomor urut satu, jelas-jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Watimpres Susilo Bambang Yudoyono (di tengah persidangan),� ujarnya usai mendengarkan kesaksian Kiai Ma�ruf di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).

 [AW/Republika]