Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2017

Hot News SANG LEGENDA OMAR, SINGA TUA: Pejuang Islam Yang Bikin KALANG KABUT Serdadu Italia...!Berita Aktual

SANG LEGENDA OMAR, SINGA TUA: Pejuang Islam Yang Bikin KALANG KABUT Serdadu Italia...!

Usianya memang sudah senja, namun tubuhnya tetap tegap dan gagah di hadapan prajurit Italian yang menjaganya cukup ketat. Dengan tenang, lelaki ini berjalan menuju tiang gantungan. Namun, hatinya masih yakin, negara dan rakyatnya akan merasakan kebebasan dan lepas dari penjajahan.

Sosok itu adalah Omar Al-Mukhtar, atau lebih dikenal Omar Mokhtar. Sepak terjangnya melawan penjajahan membuatnya jadi buruan nomor satu, bahkan membuat gentar serdadu Italia yang mencoba berkuasa di tanah kelahirannya.

Omar dilahirkan di sebelah timur Cyrenaica, Distrik Burnan, sebuah kampung kecil bernama Zawiyat Janzur bagian timur Tobruk. Tempat kelahirannya ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Kerajaan Ottoman yang bernama Provinsi Tripolitanian. Pendidikannya pun didapat dari masjid setempat, sebelum akhirnya menghabiskan delapan tahun hidupnya di Universitas Senussi.

SANG LEGENDA OMAR, SINGA TUA: Pejuang Islam Yang Bikin KALANG KABUT Serdadu Italia...!


Bulan Oktober 1911, Italia mulai membuka front di Libya untuk merebut wilayah ini dari Ottoman. Pasukan dari negeri ini menyerang dan berhasil sejumlah kota pantai, mulai dari Tripoli, Benghazi, Misrata dan Derna secara berturut-turut. Bombardir yang berlangsung selama tiga hari dalam sebuah serangan ke Cyrenaica mematik api kemarahan Omar.

BACA JUGA: Jenazah yang dishalawati 70 ribu malaikat,Mau Di Do'akan Malaikat..! "Tolong Bagikan"

Omar pun berusaha membangkitkan semangat perjuangan rakyat Libya untuk mengganggu keberadaan tentara Italia di negerinya. Omar yang juga berprofesi sebagai guru mengaji ini tak hanya seorang hafiz, tapi juga ahli strategi dalam perang gurun. Dia sangat mengenal wilayahnya dan menggunakan pengetahuannya agar unggul dari serdadu Italia yang memiliki persenjataan dan peralatan tempur yang lebih modern.

Taktik perang gerilya yang dijalani Omar dan pasukannya meraih kemenangan yang gemilang. Bahkan, sebuah serangan di Al-Gherthabiya, dekat Sirt pada April 1915 membuat Italia kehilangan ribuan tentaranya.

Serangan itu membuat Italia berupaya membalas. Beberapa kota yang sempat dikuasai Omar dan pasukannya kembali jatuh ke tangan Italia. Alhasil, Omar terpaksa mundur hingga membentuk garis pertahanan baru di sebuah bukit bernama Aj-Jabal Al-Akdar, atau Gunung Hijau.

Dengan cepat, Mukhtar berhasil mengubah taktiknya dan mendapat bantuan dari Mesir. Usai perang dunia pertama, atau tepatnya Maret 1927, serangan Omar di Raheiba mengejutkan Italia. Serbuan itu mematik amarah Jenderal Attilio Teruzzi dan bersumpah akan membalas serangan itu.

Baca juga: Subhanallah..!! Walau Mukenanya Disobek, Farissa Tetap Memilih Islam

Antara tahun 1927 dan 1928, Mukhtar mengubah pasukan Senusite yang dipimpinnya. Pasukan ini telah menjadi buruan utama pasukan Italia dan menyebutnya sebagai penjahat. Tapi, rakyat Libya menjuluki ulama ini dengan nama Singa Padang Pasir.

Gubernur Libya , Pietro Badoglio beberapa kali mengajukan perdamaian agar Omar dan pasukannya tak lagi mengganggu tentara Italia. Namun, Omat tetap melawan dan membangun kembali pasukan Libya , serta menyatakan konfrontasi terhadap Jenderal Rodolfo Graziani.

Ketidakmampuan pasukan Italia membungkam perlawanan rakyat Libya menarik perhatian Pemimpin Italia Benito Mussolini. Dia segera memerintahkan para jenderalnya untuk membawa 100 ribu rakyat Gebel ke kamp konsentrasi yang berlokasi di pinggir pantai. Tak hanya itu, mereka juga menutup perbatasan Libya dan Mesir guna mencegah bantuan internasional terhadap Omar dan pasukannya.

Taktik keji ini berhasil memicu Omar dan pasukannya untuk menyerang. Namun, tanpa bantuan dari Mesir membuat kekuatan mereka terus berkurang. Sementara, hari demi hari rakyat Gebel kelaparan dan meninggal dunia. Upaya Senusite untuk mencari bantuan terus dipatahkan berkat bantuan dari AU Italia.


Meski usianya semakin senja,dan kekuatannya terus berkurang, Omar tak mau mengendurkan serangan hingga akhirnya tertangkap oleh pasukan Italia dalam sebuah penyergapan di dekat Slona pada 11 September 1931. Penangkapan itu tak lepas dari upaya Italian untuk mendapatkan informasi dari informan lokal mereka.

Ini videonya:


Pemerintah segera mengadilinya, dan menuduhnya telah melakukan kejahatan berat. Pengadilan menjatuhkan hukuman gantung terhadap pria berusia 73 tahun ini, tanpa mengindahkan perjanjian Genewa untuk mempertimbangkan kesehatan dan usianya yang lanjut.

Tepat pada 16 September 1931, Omar tewas di tiang gantungan. Namun, hukuman itu tak membuat Omar merasa gentar. Saat ditanya soal permintaan terakhirnya, Omar hanya menjawab, "Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un (sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kita semua akan berpulang 


Impiannya untuk memerdekakan Libya dari penjajahan baru terjadi setelah berakhirnya perang dunia kedua. Setelah sempat di bawah kekuasan pasukan sekutu, Libya baru merasakan kemerdekaannya dari Italia pada 1953.

Sumber: merdeka.com

Kamis, 02 Februari 2017

Hot News Subhanallah..!! Walau Mukenanya Disobek, Farissa Tetap Memilih IslamBerita Aktual

Subhanallah..!! Walau Mukenanya Disobek, Farissa Tetap Memilih Islam

Hidayah datang kapan saja dan dari mana saja atas izin Allah SWT. Farisa misalnya, lahir dari keluarga Nasrani yang taat.
Tak ada garis keturunan Muslim dari keluarganya. Namun, interaksi dengan komunitas Muslim membuatnya sedikit tahu tentang Islam dan Muslim. Salah satunya, ucapan salam yang diajarkan dalam Islam.
Sayangnya, pengetahuannya tentang Islam dan Muslim tak disukai keluarganya. Suatu ketika, ada teman Farissa menghubunginya dengan mengucapkan salam. Kebetulan ayah Farissa yang mengangkat telepon itu.
�Bapak saya sangat marah, sampai melempar bangku bambu ke punggung saya karena saya bergaul dengan teman Muslim. saya kesakitan dan sesak,� katanya mengenang, saat berbincang dengan Republika.co.id belum lama ini.
Farissa sempat bertanya-tanya terkait reaksi bapaknya tersebut. Terlebih ketika ia mulai dilarang bergaul dengan temanya yang Muslim.

Subhanallah..!! Walau Mukenanya Disobek, Farissa Tetap Memilih Islam

Tahun 2002 Farissa kuliah di Medan, sementara keluarganya di Jakarta. Jauh dari keluarga Farissa manfaatkan sebagai kesempatan emas untuk mencari tahu tentang agama Islam lebih dalam.
Semester awal Farissa yang beragama nasrani mengambil mata kuliah agama Islam, saat ujian nilai Farissa mendapat nilai E hingga dia dipanggil oleh dosennya, menurut dosennya tidak pantas umat beragama dapat nilai E.
Tapi saat dijelaskan bahwa Farissa beragama Nasrani dan sengaja mengambil mata kuliah agama Islam karena Farissa ingin mengetahui ilmu agama Islam.
Farissa yang tinggal di indekos dengan teman-teman Muslim yang taat beragama, sangat senang ketika melihat teman-temannya shalat. Ketika melihat orang shalat hatinya sangat tenang.
�Waktu masih kos, saya juga pernah bermimpi. Saya berada di gurun pasir yang gersang tidak ada seorang pun di sana,� kata dia.
Bertemulah ia dengan sosok yang wajahnya tak bisa dilihat. Ditanyalah Farissa tentang kemana tujuannya. �Dia tuntun saya tanpa bicara. Saya jadi bingung mau dibawa ke mana,� ujarnya.
Saat terbangun, di luar kos-nya, terdengar suara ngaji dari masjid sebelum shalat Shubuh. �Saya termenung dan bibir saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Padahal saya belum tahu, apa yang saya ucapkan itu syahadat,� kenang dia.
Ia pun bercerita kepada temanya yang hendak shalat Shubuh. Diceritakanlah mimpinya itu. Temannya, begitu kaget mendengar kemampuanya
�Dijelaskan oleh ustaz bahwa itu adalah hidayah dari Allah, ustaz menanyakan apakah saya pernah mempelajari agama Islam atau pernah tertarik?. �
�Saya jelaskan kepada beliau bahwa saya penasaran dengan agama Islam.Akhirnya beliau meminta saya untuk mengucapkan syahadat dan berpegang teguh dengan agama Islam.�
�Hidayah ini mahal dan Islam adalah yang bisa menyelamatkan saya. Akhirnya saya mengucapkan syahadat, tapi saat itu saya masih belum yakin,� kata Farissa.
Seiring berjalannya waktu, pada 2004 Farissa bertemu dengan teman yang lain. Oleh temannya itu Farissa meminta diajarkan agama Islam dan dia benar-benar ingin masuk Islam, temannya itu menolak karena Farissa harus yakin jika ingin berpindah agama.
�Sahabat saya itu tidak tahu pengalaman saya dan memang saya tidak menceritakan kepadanya. Cuma waktu itu dia bilang, kalau saya ingin jadi orang Islam harus yakin dan dipikirkan dengan matang, apalagi ketika di Jakarta nanti keluarga saya tidak tahu agama saya Islam dan saya masih harus beribadah ke gereja,� ujarnya.
Menurut temannya itu, Farisa harus sepenuhnya yakin agar mencegah mempermainkan agama. �Jadi menurut dia baiknya saya belajar dahulu tentang Islam dan mulai belajar sholat ketika saya yakin dan berani menghadapi keluarga saya barulah saya bersyahadat, � ujar Farissa.
Farissa mulai belajar ibadah wajib, awalnya dia belajar shalat dan wudhu. Hal yang dirasakan ketika dia berwudhu adalah sejuk dan tenteram. Memulai shalat, hati Farissa bergetar. Dia tidak pernah merasakan perasaan tenang dan tenteram seperti itu sebelumnya.
Tahun 2006, Farissa kembali ke Jakarta. Keluarganya belum mengetahui keislamannya dan tahun itu Farissa sudah mulai melaksanakan ibadah wajib walaupun belum teratur karena dia masih takut keluarganya tahu.
�Saya mulai memberanikan diri untuk beribadah di rumah, tapi kamar saya selalu saya kunci. kalau saya ingin berangkat kerja mukena dan sajadah selalu saya sembunyikan,� katanya.
Pernah Farissa mengunci kamar dan menyembunyikan mukenanya. Tiba-tiba mukena tersebut sudah disobek-sobek.
�Setelah kejadian itu, setiap pulang kerja saya pulang ke rumah setelah shalat Isya di masjid. Karena takut ibu saya berbuat hal, yang tidak wajar lagi. Saya mohon ampun pada Allah atas dosa-dosa saya dan ibu saya,� ujar Farissa.
Walaupun Farissa menjalankan shalat, tapi dia masih terus mempelajari Islam dan agama lamanya. Sering dia menanyakan arti ketuhanan dalam agama nasrani kepada pendeta. Tapi Farissa tidak pernah mendapatkan jawaban yang tepat.
Farissa selalu merasakan keraguan, dia menjelaskan bahwa di agama nasrani Yesus adalah sang penebus dosa dan dilahirkan oelh wanita suci, sementara di Islam, Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakan serta tidak berwujud, tapi mengapa di Nasrani Tuhan itu berbentuk dan berwujud.
�Akhirnya saya ambil kesimpulan. Ya Allah tolong saya dan berikan saya hidayah. Saya memutuskan bahwa Islam adalah agama yang benar dan tepat,� kata Farissa.
Tahun 2009 Farissa menikah dengan laki-laki Muslim. Keluarga besarnya baru mengetahui keislaman Farissa. Awalnya mereka memang kaget tapi tidak mempermasalahkan, karena menurut Farissa, keluarganya melihat suami Farissa yang mapan dan bisa membantu perekonomian keluarganya.
Bersama suaminya Farissa dibimbing menjadi seorang Muslimah yang baik dna mengajarkan Farissa arti ketaatan juga kesabaran, Farissa semakin mantap menjalani hidup sebagai Muslim. ketika keimanannya semakin mantap, ujian terus datang dari keluarganya.
Keluarganya mulai berusaha untuk menarik Farissa kembali ke agama Nasrani. Anak Farissa pun dipaksa diberi nama Nasrani oleh orang tuanya. Selain itu, pendeta pun sering mengunjunginya dan mencoba menggoyahkan keimanannya, tapi Farissa tetap teguh memeluk agama Islam.
�Saya sangat yakin dengan agama Islam karena agama Islam yang paling benar, selama 26 tahun saya memeluk agama Nasrani saya tidak pernah sebahagia memeluk agama Islam. Allah maha sempurna, tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Dia,� katanya.
Pada 2013, Farissa mengucapkan syahadat. Ia juga mantap berhijab. Ujian mulai datang menimpa Farissa dan keluarganya. Ketika berhijab, Farissa mulai ditinggalkan teman-temannya. Kemudian, suaminya meninggal.
Keluarganya kembali merayu Farissa yang mulai kesulitan ekonomi. Namun, ia tetap menolaknya dan memilih bekerja keras ketimbang meninggalkan Islam.
�Saya sering dihina bahwa saya gembel yang belagu, orang miskin yang sombong,� kata Farissa.
Meskipun saat ini Farissa hanya berjualan nasi uduk dan gorengan di rumahnya,  terkadang tidak habis bahkan rugi, tapi Farissa selalu tabah dan hanya pada Allah dia menyerahkan segalanya. Dia yakin bahwa Allah menyiapkan hadiah terindah jika dia mau bersabar dan tidak menukar keimanannya dengan materi.
Menurut Farissa, walaupun dia dijauhi dan terkadang hatinya merasa sakit tapi hanya pada Allah dia manyerahkan segalanya.

sumber: http://www.republika.co.id/

Rabu, 01 Februari 2017

Hot News Jakarta Gempar..! Tak Terima Sikap Ahok Ke Ma'ruf Amin, Ansor Dan Banser Siaga SatuBerita Aktual


Jakarta Gempar..! Tak Terima Sikap Ahok Ke Ma'ruf Amin, Ansor Dan Banser Siaga Satu


Gerakan Pemuda Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama akan membela Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam NU Ma'ruf Amin jika dipolisikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena dianggap tidak jujur dalam memberikan keterangan di persidangan perkara dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

"GP Ansor tidak akan tinggal diam dan dengan ini menyatakan siap mendampingi dan membela Kyai Ma�ruf Amin, sebagai pimpinan tertinggi kami, secara lahir dan batin dalam koridor hukum, dan menyerukan kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk siaga satu komando," kata Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Caumas kepada Suara.com, Rabu (1/2/2017).

?Yakut menyayangkan sikap Ahok dan pengacara yang menolak keterangan Ma�ruf sebagai saksi. Yakut menganggap dalam persidangan, Ma'ruf justru ditempatkan seolah-olah sebagai terdakwa.
"Bahkan cecaran-cecaran pertanyaan maupun tuduhan serta kata-kata kasar yang ditujukan kepada Kyai Ma�ruf Amin lebih merupakan sikap yang mempertontonkan Argumentum Ad Hominem atau menyerang pribadi Kyai Ma�ruf daripada mematahkan argumen yang terkait keahlian beliau," kata dia.
?
Menurut Yakut keterangan Ma�ruf Amin sudah sesuai dengan kompetensi yaitu ahli agama Islam, baik sebagai fuqaha, Rais Aam, maupun sebagai ketua umum MUI.
Pagi ini, anggota tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika, Humphrey R. Djemat, mengklarifikasi berbagai pemberitaan di media massa yang menyebut Ahok ingin melakukan melaporkan Ma'ruf ke polisi.
"Statement Pak Ahok yang mengatakan "... 

kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap..." itu ditujukan kepada saksi-saksi pelapor pada persidangan yang lalu, dan bukan kepada Bapak Ma'ruf Amin. Pak Ma'ruf Amin kan bukan saksi pelapor, sedangkan yang kami laporkan balik (Habib Muchsin dan Habib Novel) itu diduga mengeluarkan keterangan tidak benar di bawah sumpah," kata Humphrey, salah satu anggota pengacara Ahok, melalui keterangan tertulis yang diterima Suara.com.

"Jadi tak mungkin kami mau melaporkan Pak Ma'ruf Amin yang menjadi saksi karena menjelaskan soal pendapat dan sikap keagamaan MUI. Komentar Pak Ahok tersebut adalah komentar yang bersifat umum saja, dan tentu saja persoalan pelaporan saksi-saksi pelapor yang lalu telah diserahkan sepenuhnya kepada tim penasihat hukum beserta tim investigasinya," Humphrey menambahkan.

Humphrey menyayangkan gencarnya pemberitaan yang menyesatkan bahwa seolah-olah Ahok akan melaporkan Ma'ruf Amin ke polisi.
"Apalagi ada oknum yang menuding bahwa pernyataan Pak Ahok dianggap melecehkan integritas PBNU dan kaum nahdliyin," kata dia.

"Kami sebagai penasihat hukum yang sudah diberikan kuasa oleh Pak Ahok untuk membela beliau dalam perkara yang sarat politik pilkada ini selalu bekerja dengan profesional sesuai dengan kode etik dan didukung informasi dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami menyayangkan adanya pihak-pihak yang memancing di air keruh memanfaatkan ucapan Pak Ahok," Humphrey menambahkan.


sumber: https://babe.news

Senin, 23 Januari 2017

Hot News Masyaallah..! "Merinding" Inilah Sosok Makhluk yang Lebih Bahaya Dari Dajjal,,,Berita Aktual

Masyaallah..! "Merinding" Inilah Sosok Makhluk yang Lebih Bahaya Dari Dajjal,,,

Di dalam buku Bidayatul Hidayah, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali mengutip sebuah riwayat yang menyebutkan tentang Dajjal yang bukan Dajjal. Beliau menyebutkan bahwa Dajjal tersebut bukanlah Dajjal yang sesungguhnya, tetapi justru dinisbatkan kepada sosok ulama.
Siapakah yang dimaksud ulama ini? Mengapa mereka disamakan bahkan terkesan lebih berbahaya dari Dajjal?
�Aku sangat menghkawatirkan kalian terhadap Dajjal yang bukan Dajjal.� sabda Nabi Shallallahu �Alaihi Wa sallam.
Sebagian sahabat bertanya, �Siapakah yang engkau maksud, wahai Rasulullah?�
Nabi Shallallahu �Alaihi Wa sallam menjawab, �Ulama yang buruk.�
Ulama yang buruk dinisbatkan lebih buruk dari Dajjal. Pasalnya, Dajjal itu nyata. Jelas bentuk dan visinya. Tidaklah dia diutus di akhir zaman, kecuali untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan, dosa, dan keburukan hingga terjerumus di dalam neraka.
�Sementara ulama yang buruk,� tutur Imam al-Ghazali, �kendati lisan dan kata-katanya mengajak manusia berpaling dari dunia, namun ia juga mengajak mereka kepada dunia melalui tingkah laku dan perbuatannya (teladannya).�
Tindakan, sebagaimana sudah menjadi keumuman, lebih dirujuk dan mudah diikuti daripada perkataan lisan. Bahkan ada begitu banyak omongan yang tidak berfungsi jika bertentangan dengan perbuatan.
�Bahasa sikap lebih fasih daripada bahasa lisan. Sebab manusia lebih cenderung menyaksikan tindakan nyata daripada memperhatikan atau mengikuti kata-kata.�
Lebih lanjut, dampak buruk yang diperoleh dari mengikuti perbuatan buruk ini jauh lebih dahsyat daripada kebaikan yang ditimbulkan dari mengikuti kata-kata.
Imam al-Ghazali melanjutkan, �Kerusakan yang ditimbulkan oleh orang yang tertipu dengan amal-amalnya lebih banyak daripada kebaikan yang ia lakukan dengan kata-kata. Sebab, orang bodoh berani rakus dengan dunia gara-gara orang pintar. Orang pintarlah yang menjadi penyebab hamba-hamba Allah Ta�ala yang awam berani berbuat durhaka kepada-Nya.�
Inilah orang pintar yang justru membahayakan diri, agama, dan peradaban. Sebabnya, �Jiwanya sebenarnya bodoh, terus menipu angan-angan serta harapannya. Ia menganggap dirinya lebih baik dari kebanyakan hamba Allah Ta�ala.�
Tentu, nasihat ini lebih bersifat reflektif bagi para hamba yang beriman. Janganlah nasihat ini dijadikan alasan hingga seorang Muslim malas menuntut ilmu. Yang seharusnya dilakukan adalah menuntut ilmu dari sumber yang suci, lantas terus menerus mengamalkannya dengan berbagai jenis amal shalih. Agar ilmu menyelamatkan. Bukan membahayakan atau menjerumuskan.
Wallahu a�lam

Jumat, 30 Desember 2016

Hot News MERINDING...MASUK NERAKA HANYA DIKARENAKAN AIR WUDHU?Berita Aktual

MERINDING...MASUK NERAKA HANYA DIKARENAKAN AIR WUDHU?

Berikut ini yakni cerita tentang dua orang dengan keadaan yang kontras : seorang lelaki kaya raya dan wanita bapak. Dalam setiap harinya juga, keduanya tampak sekian tidak sama. Sang lelaki hidupnya padat oleh kesibukan duniawi, sebentar wanita yang miskin itu malah memakai waktunya untuk selalu melaksanakan ibadah.

Kesungguhan dan kerja keras lelaki itu membawanya pada kemapanan ekonomi yang diinginkan. Kekayaannya tak ia nikmati sendiri. Keluarga sebagai tanggung jawabnya rasakan dampak ketercukupan karena jerih payahnya. Lelaki ini tengah berkerja untuk kepentingan rumah tangga dan pendidikan anak-anaknya.

Nasib lain dihadapi si wanita miskin. Sebagian tetangganya tak dapatkan harta apapun ditempat tinggalnya. Kecuali satu bejana dengan persediaan air wudhu di dalamnya. Ya, untuk wanita taat ini, air wudhu jadi kekayaan yang membanggakan walaupun hidup masih tetap pas-pasan. Bukanah kesucian menjadikan melaksanakan ibadah kita lebih diterima dan khidmat? Dan karenanya menjanjikan balasan yang lebih lebih agung dari sekedar kekayaan duniawi yang fana ini?

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya�rani dalam kitab al-Minahus Saniyyah


MERINDING...MASUK NERAKA HANYA DIKARENAKAN AIR WUDHU?


bercerita, satu saat ada seseorang yang mengambil wudhu dari bejana punya wanita itu. Lihat

hal demikian, si wanita berbisik dalam hati, �Kalau air itu habis, lalu bagaimana saya akan berwudhu untuk menunaikan sembahyang sunnah nantinya malam? �

Apa yang tampak dengan cara lahir tak selalu perlihatkan keadaan sebenarnya. Diceritakan, setelah meniggal dunia, keadaan keduanya jauh berbeda. Sang lelaki kaya raya itu memperoleh kesenangan surga, sesaat si wanita ayah yang taat melakukan beribadah itu jadi masuk neraka. Apa pasal?

Lelaki hartawan itu terima kemuliaan dikarenakan sikap zuhudnya dari gemerlap duniawi. Kekayaannya yang banyak tak lantas membuatnya larut dalam kemewahan, cinta dunia, serta kebakhilan.
 Apa yang dimilikinya semata untuk keperluan hidup, mendukung situasi untuk mencari ridla Allah.

Pandangan hidup semacam ini tak dimiliki si wanita. Hidupnya yang serbakekurangan jadi menjerumuskan hatinya pada cinta kebendaan. Buktinya, ia tidak bisa merelakan orang lain berwudhu dengan airnya, walaupun dengan argumen untuk melakukan beribadah.
 Ketidakikhlasannya yakni petunjuk bila ia miskin tidaklah karena terlepas dari cinta kebendaan namun �dipaksa� oleh keadaan.

Syekh Abdul Wahhab Asy-Sya�rani menjelaskan dalam kitab yang sama bila zuhud yakni meninggalkankecenderungan hati pada kesenangan duniawi, tetapi tidaklah berarti mengosongkan tangan dari harta meskipun. Semua kekayaan dunia direngkuh untuk penuhi kandungan kepentingan dan memaksimalkan keadaan untuk melakukan beribadah kepada-Nya.

Nasehat ulama sufi ini bisa berlaku kebalikannya. Untuk cinta dunia, seseorang tak mesti jadi kaya raya terlebih dahulu. Karena zuhud memang mempunyai urusan dengan hati, tidaklah lewat cara instan dengan alam bendawi. (Mahbib)


semoga ini menjadikan kita i'tibar dan selalu bertafakkur,sesuatunya kita kembalikan pada allah karna dialah yg mengatur segala mahluq dan alam semesta.


sumber: http://sumberterpercaya1.blogspot.com/

Kamis, 29 Desember 2016

Hot News Ingin Rizeki Lancar ? Baca !, Ini 7 Hal Pembuka dan Pelancar Pintu ...Berita Aktual

Rezeki dalam Islam merupakan hal yang ghaib,seperti jodoh dan kematian. Maka ada cara-cara untuk menjemput dan menggapainya. Di bawah ini adalah tujuh cara di antaranya membuka pintu rezeki secara islami, dan tidak melanggar aturan-aturan Allah.

Ingin Rizeki Lancar ? Baca !, Ini 7 Hal Pembuka dan Pelancar Pintu ...

Tujuh hal tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bersyukur.
Ini adalah kunci pertama dan utama membuka rezeki, karena Allah berjanji dalam Al-Qur�an akan menambahkan nikmat kepada hambanya yang pandai bersyukur. Bersyukur disini adalah bersyukur dari apa saja yang Allah berikan kepada kita, baik itu terlihat baik oleh kita maupun tidak. Karena bisa jadi, baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah SWT. Oleh sebab itu maka kita harus selalu mensyukuri apapun yang Allah karuniakan kepada kita. Begitu banyaknya nikmat Allah yang kita tak pandai dalam mensyukurinya. Mulailah bersyukur untuk membuka pintu rezeki.
2. Shalat dhuha
Shalat ini adalah shalat pembuka rizki, dilakukan pada siang hari, pada saat matahari sepenggalan naik. Jumlah raka�atnya dari dua sampai dua belas raka�at. Dalam do�a shalat ini terkandung permintaan tentang rezeki yang sangat luas, baik rezeki yang dari langit, dari bumi, dari laut, dari sedikit meminta agar dibanyakkan, dari sulit meminta untuk dimudahkan. Jika dilakukan sesering mungkin, insyaAllah shalat ini akan membuka pintu rezeki, bahkan dari arah yang tidak kita sangka-sangka.
3. Birrul waliddain (patuh kepada kedua orang tua).
Hal yang satu ini tidak harus diragukan lagi, karena ridha Allah tergantung ridha dari orang tua. Patuh kepada keduanya merupakan jalan yang tidak bisa disangsikan lagi untuk membuka pintu rezeki. Maka, patuhlah kepada kedua orang tua niscaya ridha Allah akan bersamamu.
4. Menikah.
Ini juga salah satu cara untuk membuka pintu rezeki, karena dalam menikah ada keberkahan ,ada setengah kesempurnaan agama setiap manusia. Jika setengahnya lagi dilakukan dengan taqwa kepada Allah, tidak mustahil dan sudah barang tentu hal ini akan membuka pintu rezeki yang seluas-luasnya. Ketika dalam pernikahan diberikan keturunan, seorang perempuan akan menjadi seorang ibu, yang do�anya terkabulkan tidak terbantahkan. Do�anya ajaib, dan do�anya akan menembus langit tanpa ada yang menghalangi. Dan jika seorang suami dan istrinya berdo�a, apalagi di pertengahan malam, maka Allah pun berfirman, �Dia malu tidak mengabulkan doa pasangan suami istri tersebut,atas dasar inilah menikah mampu membuka pintu rezeki,maka yang belum menikah, menikahlah.�
5. Membaca istigfar.
Melazimkan istigfar dalam jumlah yang banyak dan terus menerus, selain akan menghapuskan dosa-dosa kecil, juga akan membuka pintu rezeki. Karena dosa jugalah yang menghambat dan mempersempit rezeki. Dengan berdosa seseorang akan jauh dari keberkahan Allah, sehingga rezeki akan sulit datang. Namun dengan istigfar, perlahan-lahan dosa akan terhapuskan dan insyaAllah dapat membuka dan memperlancar rezeki. Maka perbanyaklah membaca istigfar.
6. Membaca shalawat.
Keistimewaan membaca shalawat salah satunya adalah dapat membuka pintu rezeki, karena kemuliaan baginda Nabi Muhammad SAW. Maka dengan membacanya, akan membawa keberkahan dalam hidup. Perintah membaca shalawat ini tertuang dalam Al-Quran dan Hadis, sehingga tidak disangsikan lagi khasiat dari membaca shalawat ini.
7. Sedekah.
Sedekah merupakan kunci yang paling ampuh untuk membuka pintu rezeki. Ada istilah yang mengatakan, jika ingin dapat rezeki dadakan, maka sedekahnya harus dadakan. Jika ingin dapat senyuman, harus sedekah senyuman, jika ingin dapat uang banyak sedekahnya harus memakai uang dan juga banyak. Allah akan melipatgandakan pahala sedekah ini, dari sepuluh menjadi beratus-ratus kali lipat, dan ini sudah banyak terbukti.
Itulah tujuh cara untuk membuka dan memperlancar pintu rezeki. Selamat mempraktikkan, semua tergantung dan kembali kepada diri kita masing-masing. Jika kita bisa memperaktikkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, insyaAllah dengan izin Allah SWT, rezeki kita akan dibukakan, dilancarkan dan dimudahkan. Allahu  A�lam. (islampos)
Sumber : http://www.akhwatindonesia.net